CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Jumat, 22 Juni 2012

Wahai Wanita

wahai wanita, lupakanlah mencari pria yang terbaik, tetapi fokuslah pada dirimu tuk menjadi wanita terbaik

hormatilah dirimu, jika engkau ingin mendapatkan cinta yang menghormatimu

tidak perlu merasa takut kehilangan seseorang, karena masih ada banyak orang di sekililingmu yang takut kehilanganmu

cinta akan terasa indah jika saling menyayangi, saling percaya, dan saling setia

pria sejati tidak akan selingkuh karena menghargai pasangannya

cinta itu tidak selalu menuntut kesempurnaan. cinta itu ketika kita dapat menutupi kekurangan seseorang dalam kebersamaan.

Ya Allah, gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan & sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram

betapa pun sulitnya perjalananmu, selalu ingatlah Allah, agar keselamatanmu selalu terpelihara.

semua tak akan ada artinya jika hanya sebatas kata-kata belaka. semua tak akan ada hasilnya jika hanya sebatas memendam rasa.

jangan hanya melihat fisik karena cinta bukan sekedar memuji..

Sabtu, 16 Juni 2012

Tersurat Untuk Ku


Hey, apa kabar kamu disana?
Semoga kamu makan yang banyak ya, jangan lupa tidur yang cukup. Aku tahu disana kamu jarang tidur, tugasmu pasti banyak. Aku hanya tidak ingin melihatmu semakin kurus, aku tidak mau kamu sakit. Ingin rasanya ku kirimkan sejumlah vitamin untukmu, tapi... kamu pasti mengira aku akan meracunimu..

Jumat, 11 Mei 2012

"A Walk to Remember" Quotes

Love is always patient and kind. It is never jealous. Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take pleasure in other peoples sins, but delights in the truth. It is always ready to excuse, to trust, to hope, and to endure whatever comes. 

Favorite this script about the scene on this movie

Landon: Are you scared?
Jamie: To death...
[Landon looks upset]
Jamie: Lighten up.
Landon: It's not funny.
Jamie: I'm scared of not being with you.
Landon: Oh baby, that will never happen... I'll be here
Landon: Hey. How are you feeling?
Jamie: I'm ok, how are you?
Landon: Pretty good.
Jamie: I have something for you.
Landon: You do?
Jamie: Uh hmm... Don't worry it's not a bible. It was my mother's. It's got quotes from all her favorite books, and quotes by famous people. Her thoughts. Come on.
Landon: Okay, let's check it out. Okay..."What is a friend? It's a single soul dwelling in two bodies." -Aristotle.
Jamie: Uh uh, right here.
Landon: Okay. "Find out who you are, and do it on purpose." That's Dolly Parton.
Jamie: I always thought she was smart.
Landon: "Love is always patient and kind. It is never jealous. Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take offense and is not resentful."
Landon: Do you love me? 
[she nods] 
Landon: Will you do something for me, then? 
Jamie: [smiles] Anything. 
Landon: Will you marry me? 
[Jamie smiles and kisses him] 
"Jamie saved my life. She taught me everything. About life, hope and the long journey ahead. I'll always miss her. But our love is like the wind. I can't see it, but I can feel it."

Jumat, 30 Maret 2012

It makes me feel calmer again.... Those words

Aku belajar diam dari, banyaknya bicara
Aku belajar sabar dari, sebuah kemarahan
Aku belajar mengalah dari, suatu keegoisan
Aku belajar menangis dari, kebahagiaan
Aku belajar tegar dari, kehilangan

Selasa, 14 Juni 2011

Teruntukmu Bidadari kecil kami

Tanpa terasa ini sudah 40 hari sejak kepergian adik kecil kami tercinta, ananda Nadya Nurhaliza Fetaya. Kenyataan bahwa kami telah kehilangan dirinya. Kabar memilukan tentang kecelakaan dirinya pada 5 Mei 2011 lalu masih tidak bisa hilang dari ingatanku. Ia yang paling muda di antara kami ternyata harus meregang nyawa terlebih dahulu. Begitu cepat di usianya yang masih 9 tahun itu, rasanya sungguh berat. Hingga kini pun bila mengenang kepergiannya yang begitu mengejutkan kami semua, benar2 sulit untuk di percaya.

Kenangan indah masa lalu bersamanya meninggalkan kesan istimewa tersendiri di hati kami maupun di hati setiap orang yang mengenalnya, menyeruak terus dalam benak kami sejak kematiannya. Karakternya yang menyenangkan membuat ia bisa dengan cepat mengakrabkan diri dengan setiap orang yang di jumpainya. Bila teringat cerita akan tingkahnya yang lucu dan polos kami tertawa lepas menanggapinya. Senyum cerianya yang menggemaskan, senyum dan tawa yang tulus terpancar dari aura wajahnya yang membuat hati kami menjadi terhibur akan kehadirannya yang menebarkan keceriaan.

Bila teringat parasnya yang cantik jelita, tak ada habisnya diri ini memuji ciptaan Sang Maha Kuasa. Paras yang dengan memandangnya membuat hati terasa damai, sejuk dan tentram.

Ia memang masih anak kecil, tetapi ia bisa bersikap layaknya orang dewasa, walaupun kami di pisahkan oleh jarak yang jauh dan adik kami tercinta hanya tinggal ber-2 bersama mama tersayang, ia bisa mengerti keadaan tersebut dengan tetap berusaha ceria dan tidak mengeluh. Ia lah yang menguatkan dan menghibur mama di kala kesepian. Di sisi inilah yang mengagumkan dari diri nya yang membuat kami takjub dan bangga terhadap dirinya. 


Adikku, engkau telah mendahului kami, kakak-kakak mu. Senyuman yang selalu mengembang pada bibirmu tidak akan pernah dapat kami lupakan. Kupajang fotomu di HP untuk mengenang masa-masa indah bersamamu. Sungguh kami tak mengira bila usia yang diberikan oleh Allah padamu ternyata lebih singkat daripada kami. Kegigihan usahamu dalam meniti beratnya dunia akan aku panutkan dalam diriku. Semangat juangmu sungguh tak tertandingi meski hal itu tak bisa terwujudkan seluruhnya karena Allah lebih menyanyangimu untuk berada di sisi-Nya daripada berada dalam pelukan kami.

Dalam banyak aktivitas dan kesempatan, kuupayakan untuk bisa kembali tertawa lepas sebagaimana biasanya. Meski berat, kucoba untuk merajut kembali kenyataan ini.

Sekali lagi, kuucapkan selamat jalan padamu wahai adikku tersayang. Susah rasanya bagi kami untuk sejenak saja melupakanmu. Engkau akan selalu berada di hati kami tuk mengiringi perjalanan hidup kami di dunia ini hingga ajal kelak menjelang.

We Love You Nadya Nurhaliza Fetaya,

Senin, 06 Juni 2011

Hallo

Hallo wajah yang akan aku cinta
Boleh aku tahu rupamu seperti apa?
Segala kanvas sudah siap
Langit pun sudah bersedia kuwarnai 
Terduduk ku disini memegang kuas
Dan terselip doa di setiap reruas
Dengan senyum yang meluap luap
Parasmu akan selalu kunanti
Hingga nanti terlekat dan tak akan terganti